Posted on Leave a comment

Money Laundering/Tindak Pidana Pencucian uang cara dulu dan jaman Bitcoin.

PENGERTIAN MONEY LAUNDERING (TPPU)

 

 

Apa itu Money Laundering, adalah kegiatan atau usaha untuk menyembunyikan asal usul harta, biasanya harta diperoleh dari aksi kejahatan atau korupsi . Money laundering juga bisa dikenakan kepada orang yang menyembunyikan hartanya dari kejaran dinas pajak. Tujuan dari aksi ini adalah supaya harta yang diperoleh secara haram bisa dibuat seakan akan dari cara legal.

Kata Money Laundering atau TPPU (tindak pidana pencucian uang) pertama muncul dalam era 1920-1933 Prohibition in the United States ( https://en.wikipedia.org/wiki/Prohibition_in_the_United_States) atau era pelarangan minuman keras, sehingga banyak aksi penyelundupan, pemalsuan minuman keras dan munculnya mafioso atau kejahatan ter-organisir yang melakukannya pertama kali.

Saat ini perdagangan Narkoba, dan aksi terorisme juga dibidik oleh pasal TPPU.

 

FASE-FASE MONEY LAUNDERING TRADISIONAL

 

Ngutip dari blogyoga, Fase pertama adalah placement atau penempatan uang hasil kejahatan dalam aset tertentu misal Saham, Obligasi, Asuransi, Cash, Real Estate atau Aset Bergerak.

Fase kedua, adalah Layering , atau Mixing disini adalah proses mengaburkan atau memindah mindahkan aset , membagi bagi dalam jumlah kecil dsb. Lalu tahap terakhir adalah Integration atau mengembalikan harta ke tujuan akhir, sehingga seperti kesatuan utuh yang seakan akan diperoleh dari cara halal.

Dari ke 3 Fase diatas yang terpenting adalah proses Layering atau Mixing. Proses ini biasanya menggunakan cara Smurfing atau memecah proses wire transfer ke bank dalam transfer jumlah kecil, misal di Indonesia PPATK dan pihak bank hanya mencurigai aliran dana diatas Rp500jt, jadi secara teori apabila mengharuskan sogokan Rp600 juta bisa saja di bagi 20x pembayaran dari 20 sumber yang berbeda.

Apabila nilai transaksi sangat besar, biasanya dikarenakan pemecahan transaksi tidak memungkinkan maka bisa dilakukan Off Shore Banking, di negara-negara yang biasa disebut TAX HEAVEN. Negara-negara ini biasanya mengenakan pajak penghasilan kecil kepada penduduknya, tidak memiliki hukum extradisi, dan memiliki UU Kerahasiaan Perbankan yang kuat. Negara-negara ini biasanya kecil dan dengan melakukan atau membantu Money Laundering , perbankannya bisa mendapatkan akses dana hard cash murah untuk digunakan sebagai pinjaman atau pembangunan di daerah setempat.

Negara-negara tersebut diantaranya :

  1. Switzerland
  2. Cayman island
  3. Virgin Island
  4. Panama (kaya nazzarudin eks bendahara Partai Demokrat dia cerdas lari ke Panama kehabisan duit dia)??
  5. Malta
  6. Gibraltar
  7. Bahama
  8. Belize
  9. Andorra
  10. Bermuda
  11. Channel islands (Guernsey & Jersey)

Saya ingat sekali ada 1 orang ex Menteri jaman Presiden Suharto yang menaruh kekayaannya di perbankan di Luxemburg (saat sebelum 2001 kejadian teror WTC 9/11, luxemburg, hongkong dan Singapore bisa untuk money laundering), menteri ini lulusan Perancis dan menggunakan 2 bank , satu di Perancis dan bank akhir di Luxemburg untuk Layering dan Integration. Dan menteri ini apabila menerima sogokan mempersilahkan uang di transfer ke Luxemburg atau Perancis dan di withdraw dengan kartu debit VISA keluaran Luxemburg.

 

Cryptocurrency dalam pencucian uang

 

 

Seperti dalam artikel yang saya tulis sebelumnya, Money Laundering menggunakan Bitcoin tidak bisa dilakukan karena Blockchain yang dipakai bersifat transparan dan catatan Ledger yang terbuka selamanya, dan FBI sudah memiliki Transaction Graph Analytic Software untuk mem-bundle wallet-wallet akun yang saling bertransaksi untuk di analisa.

Akan tetapi Cryptocurrency memiliki 2 features yang sangat berguna yaitu portability  , Speed dan practicality , dan karena ada kebutuhan privacy dan anonimity dalam penggunaannya di mass adoption seperti yang saya tulis di artikel sebelumnya, maka bermunculanlah Privacy Coin seperti XMR (MONERO) dan XVG (VERGE) , yang dapat digunakan sebagai Layering untuk TPPU, atau bahasa kerennya Bitcoin Mixer yaitu kegiatan mencuci asal usul bitcoin dengan menggunakan (biasanya) XMR atau XVG.

Bahkan dengan menggabungkan Privacy Coin dengan Stable Coin (koin yang di peg 1:1 ke mata  uang USD atau EUR) seperti Gemini, seseorang tidak perlu menyimpan dana yang ingin disembunyikan di integrasikan kembali ke sistem perbankan tapi bisa selamanya ditaruh dalam Gemini atau TrueUSD yang bernilai stabil  dan hanya sekali kali apabila perlu menariknya kembali ke Mata uang kertas apabila ada kebutuhan sehari hari. Bahkan untuk belanja pun sudah ada debit card yang terhubung khusus ke Hot Wallet Cryptocurrency.

Kesimpulan, di jaman cryptocurrency saat ini, seseorang untuk mencuci uang tidak perlu capai-capai menukarkan dulu ke cash atau membawa cash besar ke negara2 tax heaven, dan bahkan tidak perlu memiliki milyaran rupiah, jumlah ratusan $ saja Anda bisa melakukan TPPU yang rumit dan aman. Cukup dengan modal PC yang terhubung ke masternode XMR , Anda dapat melakukan proses layering. Tidak perlu dalam proses re-integrasi , sebuah Shell Company yang mahal dibuat di negara Tax heaven atau mendirikan Yayasan supaya bebas pajak, cukup akun Exchanger semacam Indodax, Hard Wallet Privacy Coin yang di download ke PC, dan kesemuanya bisa dilakukan di rumah, cafe , di jalan raya asal PC kita terhubung ke Internet.

Untuk belajar Layering dengan menggunakan XMR dan XVG silahkan kontak kami.